TeksKhutbah Jumat : Menggapai Rahmat Allah. Kamis , 06 Aug 2020, 15:50 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin. Komentar 0. Teks Khutbah Jumat : Menggapai Rahmat Allah. Berdoa/ilustrasi. REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Jeje Zaenudin/Wakil Ketua Umum Persis. KhutbahJumat Tentang Ikhlas Ketika Beramal Khutbah Jumat Tentang Ikhlas Ketika Beramal ini merupakan rekaman khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary di Masjid Al-Barkah. Khutbah Singkat dari Ustadz Abdul Somad Hapalkan untuk Shalat Ied Idul Fitri Minggu 24 Mei 2020. Ini karena pelaksanaannya diimbau untuk dilakukan BookmarkFile PDF Khutbah Jumat Nu Khutbah Jumat Nu Majalah Risalah NU Edisi 119 "SEMANGAT NU BELA HABIS PALESTINA" Majalah Risalah NU Edisi 116 "Menyongsong Abad kedua NU, Mempertegas Kemandirian" Majalah Risalah NU edisi 112 "Kiprah Santri Membangun Negeri" Majalah RIsalah NU edisi 115 "Isyarat Langit Berdirinya NU" Majalah Risalah NU Edisi Khutbahjum'at pekan yang lalu berisi tentang solidaritas terhadap Palestina. Ini adalah suatu hal yang wajar mengingat perang Israel-Palestina merupakan hal yang paling mutakhir terkait dengan umat Islam, walau banyak yang menuntut agar perang tersebut tidak dikait-kaitkan dengan agama. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Buletin Islam Seperti yang telah kita ketahui bahwa negara palestina hingga saat ini masih saja ada yang menganggap bahwa ia termasuk dari negara yang masih belum merdeka, ia masih terjajah. Dan disayangkannya lagi, ada banyak dari mereka yang malah selain menganggap bahwa negara palestina masih terjajah, mereka juga malah tidak memberikal bantuan baik dari segi materil ataupun dai itulah maka kami merasa perlu untuk menuliskan sebuah khutbha jumat yang kiranya kami berharap dapat disebar luaskan melalui mimbar-mimbar adalah Khutbah Jumat yang Bertema Alasan mengapa Kita Harus Turut mencintai Negara PalestinaKhutbah Pertamaالحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا الأحزاب ٢٣Ma’asyiral Muslimin rahimakumullahMengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Hari-hari terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak. Di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi telah dihapuskan, kaum Zionis dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ratusan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. Sebagai umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin. Ada sembilan alasan kenapa kita harus mencintai dan membela di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu alaih wasallam berhijrah dari Makkah ke Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina adalah titik akhir perjalanan Isra’ dan titik awal perjalanan Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Di sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan rasul, mulai Nabi Adam alaihis salam hingga Nabi Isa Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat di sanalah Dajjal akan terbunuh di tangan Nabi Isa alaihis di sana terdapat Kota Baitul Maqdis, ardhul mahsyar wal mansyar, tempat dikumpulkannya seluruh manusia menjelang hari kiamat yang masih hidup kala Palestina telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah untuk banyak sekali para sahabat yang pernah berdakwah, menyebarkan dan mengajarkan Islam di sana. Di antara mereka adalah Ubadah bin ash Shamit, Syaddad bin Aus, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Watsilah bin al Asqa’, Dihyah al Kalbiy, Aus bin ash Shamit, Mas’ud bin Aus dan masih banyak lagi yang Palestina adalah bagian dari daratan Syam yang didoakan berkah oleh Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam doanya yang artinya “Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan Yaman.”Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi’I, dan masih banyak lagi yang Muslimin rahimakumullah, Oleh karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal “Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis masih terjajah.”Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan “Saya tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina.” Beliau katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang dalam jumlah sangat besar dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah Muslimin rahimakumullah, Tidak kalah fenomenal adalah Sultan Shalahuddun al-Ayyubi. Didorong oleh kecintaannya yang mendalam kepada bumi Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ menurut beliau, dengan adanya pemersatuan aqidah maka bersatu pula-lah hati mereka. Dan dengan bersatunya hati mereka inilah maka akan kuat-lah agama yang hendak ia bebaskan tersebut, yakni agama khutbah jumat yang bertema-kan 9 alasan mengapa kita harus mencintai palestina. Semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat. قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيمُKhutbah Kedua اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ صَلِّ عَلَى سيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًااللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًاDemikianlah Khutbah Jumat yang Bertema Alasan mengapa Kita Harus Turut mencintai Negara Palestina yang dapat kami sampaikan. Semoga apa yang kami sampaikan da[at bermanfaat dan semoga saudara-saudara kita yang ada disana diberi ketabahan. Amiin. Oleh. Dr. Mulyanto Abdullah Khoir Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ. أَشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ الله تَعَالَى يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Marilah kita bersyukur kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kita mampu menunaikan kewajiban kita shalat Jum’at berjama’ah. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan orang-orang yang teguh dan istiqomah di jalannya. Di antara tabi’at Yahudi adalah suka berkhianat dan mengingkari janji. Maka jangan terkejut, jika dalam beberapa jam setelah gencatan dengan bangsa Palestina, tiba-tiba Zionis Israel kembali menyerang kaum muslimin. Itulah tabi’at dasar mereka yang telah Allah sebutkan dalam Al Qur’an. Allah SWT berfirman وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُوْنَ دِمَاۤءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُوْنَ اَنْفُسَكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْۖ ثُمَّ اَقْرَرْتُمْ وَاَنْتُمْ تَشْهَدُوْنَ Dan ingatlah, ketika Kami mengambil janji dari kamu yaitu Kamu tidak akan menumpahkan darahmu membunuh orang, dan kamu tidak akan mengusir dirimu saudaramu sebangsa dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar akan memenuhi sedang kamu mempersaksikannya. QS. Al Baqarah [2] 84. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Banyak ungkapan-ungkapan miring ketika membela saudara kita di Palestina. Ada yang bertanya, bukankah negara kita masih banyak masalah, banyak orang miskin, banyak pengangguran, banyak yang perlu diberi bantuan, mengapa kita harus membela Palestina? Bukankan masih banyak yang lebih dekat dengan kita dan perlu bantuan? Bukankah Palestina urusan bangsa Palestina sendiri dengan Israel? Bukan urusan kita!. Begitulah kalimat-kalimat yang hari ini sering kita dengar, sekilas nampak logis dan benar, tetapi jika dicerna secara mendalam akan mengendorkan semangat untuk membela saudara kita di Palestina. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Berikut 6 alasan mengapa kita harus membela saudara kita di Palestina Pertama Di Palestina ada Masjidil Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam Sebelum menghadap ke Masjidil Haram di Makkah, kiblat pertama kaum muslimin adalah ke Masjidil Aqsha yang ada di Palestina. Kaum Muslimin shalat menghadap ke Masjid Al-Aqsha sejak diwajibkannya shalat pada malam Isra’ dan Mi’raj pada tahun kesepuluh kenabian, tepatnya tiga tahun sebelum hijrah Rasulullah SAW ke Madinah. Menghadap Masjidil Haram baru dilaksanakan oleh Rasulullah dan para sahabat setelah turun firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 150. وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَ Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya. Al-Baqarah [2] 150. Kedua Tanah yang diberkati serta tempat Mi’raj Rasulullah SAW Palestina adalah bumi yang diberkati Allah SWT. Didalamnya terdapat Masjdil Aqsha. Juga sebagai tempat Mi’raj, dimana Rasulullah dinaikkan ke langit ketujuh Sidratul Muntaha. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT. سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَا الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya. QS. Al-Isra’[17] 1. Berkenaan dengan bumi yang diberkati ini, Allah juga berkisah tentang penyelamatan Nabi Ibrahim alaihi salam dalam firman-Nya وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى اْلأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. QS. Al-Anbiya’ [21] 71. Juga kisah Nabi Musa Ketika menyeberangi Laut Merah menghindari kejaran Fir’aun وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ اْلأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri keberkahan padanya. QS. Al-A’raf [7] 137. Ketiga Terdapat Masjidil Aqsha, masjid utama setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Kota pertama yang dimuliakan dalam Islam adalah kota Mekah disana ada Masjidil Haram, kemudian kota Madinah ada Masjid Nabawi, dan kota Al-Quds karena ada Masjid Al-Aqsha. Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram, juga merupakan masjid suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang diperintahkan untuk dikunjungi. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW. لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى Tidak boleh bersusah-payah bepergian kecuali ke tiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. HR. Bukhari dan Muslim. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Keempat Ikatan iman, sesama muslim adalah saudara اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. HR. Bukhari. Rasulullah juga bersabda مَنْ لَمْ يَهْتَمْ بِأمْرِ الْمُسْلِمْينَ وَلَيْسَ مِنْهُمْ Barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka bukan dari golongan mereka. HR. Tabrani Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Kelima Hutang bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina Indonesia memiliki hutang besar terhadap rakyat Palestina. Mengingat sejarah dukungan rakyat Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia. Adalah Mufti Besar Palestina Muhammad Amin Al-Husaini yang mengakui pertama kali atas kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Beliau juga yang mengajak negara-negara Timur Tengah untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Selain itu, ada pula seorang saudagar Palestina yang berjuang dengan hartanya untuk mengabarkan kemerdekaan bangsa Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Dialah Muhammad Ali Taher yang mengungkapkan “Terimalah kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia,” . Karena besar jasa Palestina inilah, Ketika Zionis Israel menjajah bumi Palestina, Pendiri NU, Kyai Haji Hasyim Asy’ari mengeluarkan seruan Hari Palestina setiap tanggal 27 Rajab. Hal ini tertuang dalam buku yang berjudul “Palestina dari Zaman ke Zaman” yang disusun oleh Saifoeddin Zoehri dan diterbitkan oleh PB Nahdlatoel Oelama pada bulan Desember 1947. Kyai Haji Hasyim Asy’ari mengintruksikan kepada seluruh jama’ah Nahdhatul Ulama’ untuk mengumpulkan harta dan kekayaannya agar di sumbangkan kepada rakyat Palestina. Setelah terkumpul, semuanya disumbangkan kepada Rakyat Palestina yang sedang di jajah Zionis Israel. Keenam Konstitusi kita menentang segala bentuk penjajahan Alasan keenam adalah alas an konstitusi kita yang menentang segala bentuk penjajahan. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan “ Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Bangsa Indonesia tidak mentolerir segala bentuk penjajahan di muka bumi. Semejak Zionis Israel menjajah bangsa Palestina, sikap Indonesia tegas menentang penjajah dan mendukung penuh kemerdekaan bangsa Palestina. Hal ini sebagaimana pidato pak Karno pad a tahun 1962 tentang Palestina dengan mengungkapkan “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,”. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليَقِيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِنَ، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Karena itulah kalau ada orang berkata miring tentang dukungan kaum muslimin terhadap kemerdekaan Palestina maka sampaikan kepada mereka selama Masjidil Aqsha belum lepas dari gengaman Zionis Israel dan Palestina belum merdeka, maka selama itu pula kaum muslimin tegak berjuang membebaskan Palestina dari Zionis Israel dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Semoga Allah memenangkan kaum muslimin atas musuh-musuh-Nya. Membebaskan Masjidil Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel dan membebaskan bumi Palestina dari berbagai bentuk penjajahan. Kita akhiri dengan berdoa kepada Allah SWT. اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ. اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى. اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُة. Khutbah Pertamaالحَمْدُ لِلَّهِ نَاصِرِ اْلمُؤْمِنِيْنَ، خَاذِلِ الْكَافِرِيْنَ، مُعِزِّ اْلمُوَحِّدِيْنَ، وَفَاضِحِ اْلعُمَلَاءِ وَاْلمُنَافِقِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ إِمَامِ اْلمُجَاهِدِيْنَ، وَقَائِدِ اْلغِرِّ اْلمُحَجِّلِيْنَ، اْلمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَوَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهً، نَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا شَيْءَ قَبْلَهُ وَلَا شَيْءَ بَعْدَهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ اْلكَافِرُوْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ إِمَامَنَا وَقَائِدَنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَغَ الرِّسَالَةَ، وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَكَشَفَ اْلغَمَّةَ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى أَتَاهُ اْليَقِيْنُ{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّه وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ * وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْأَمَّا بَعْدُSejarah PalestinaMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Palestina adalah negeri tempat Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ. Negeri yang dibebaskan oleh Umar bin Khathab radhiyallahu anhu 6 tahun setelah wafatnya Rasulullah ﷺ dari tangan kaum Muslimin memerintah Palestina dalam kurun waktu yang sangat lama hingga akhirnya dikuasai kembali oleh kaum para Mujahidin di bawah kepemimpinan Shalahudin al-Ayyubi rahimahullah berhasil mengusir mereka dari Yerussalem. Kemudian pada zaman modern ini, orang Yahudi berhasil menjajahnya dan mengusir para di zaman dahulu masuk dalam kawasan besar yang disebut dengan Syam. Sebutan Syam untuk saat ini mencakup wilayah Lebanon, Palestina, Yordania dan Suriah. Negeri Syam merupakan negeri yang diberkahi oleh dalamnya tedapat Masjidil Aqsha yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam. Salah bagian dari negeri Syam, yaitu Palestina, telah menjadi salah satu wilayah paling panas di muka bumi karena konflik yang terus terjadi antara Negara Israel dengan warga itu bermula ketika pada tahun 1918 Inggris menguasai Palestina setelah sebelumnya dikuasai oleh Khilafah Utsmaniyah sejak 1517 sampai 1917. Liga Bangsa-Bangsa pada saat itu memberikan mandat kepada Inggris untuk menjadi penguasa administratif terhadap Bangsa Bangsa juga memberikan ijin pendirian tanah air nasional Yahudi di Palestina yang dimulai pada tahun 1923. Pada tahun 1947, PBB mengusulkan sebuah rencana untuk membagi wilayah palestina menjadi dua sebagian untuk negara Yahudi merdeka dan sebagian lagi untuk negara Arab merdeka. Sementara itu, kota Yerusalem akan dijadikan sebagai wilayah internasional dengan status Yahudi jelas menyetujui rencana ini karena memang hal itu merupakan rencana jangka panjang mereka. Bangsa Arab menolak mentah-mentah. Kaum Yahudi nekat mengumumkan berdirinya Negara Israel pada tahun ini mengakibatkan terjadinya pertempuran Arab Israel pada tahun 1948 dengan hasil akhir kemenangan di pihak Israel dengan menduduki mayoritas wilayah yang dahulu dikuasai Inggris, termasuk di dalamnya sebagian besar wilayah saat itu 700 ribu warga Palestina diusir dari tanah airnya dan tinggal di bebagai wilayah pengungsian. Peristiwa inilah yang dikenal dengan tahun 1967 dalam perang selama enam hari, Israel mencaplok wilayah jalur Gaza dari Yordania dan semenanjung Sinai dari tangan Mesir, juga dataran tinggi Golan dari tangan Sinai dikembalikan ke Mesir setelah Mesir setuju untuk memenuhi syarat berupa pengakuan penuh atas kedaulatan Negara Israel. Pendudukan Israel atas Palestina inilah yang sampai sekarang menjadi akar konflik berkepenjangan entah sampai bagaimana pun juga, mayoritas warga Palestina menghendaki hengkangnya Israel dari wilayah Palestina. Mereka tidak menerima solusi dua negara yang hidup berdampingan secara sebagian kecil tokoh-tokoh Palestina menerima tawaran solusi dunia internasional berupa pendirian dua negara merdeka yaitu Israel dan tersebut jelas sangat menguntungkan Israel, dan didukung penuh oleh Amerika. Namun, jelas sangat merugikan warga Palestina sehingga mereka menolak keras dengan harga apa Harus Menolong PalestinaMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Kita semua mengetahui konflik antara Isarel dengan warga Palestina tidak akan selesai sebelum Israel hengkang dari bumi apakah kita harus memberikan dukungan dan bantuan kepada kaum Muslimin Palestina? jawabannya, ya tentu saja. Tapi mengapa demikian?Ada beberapa sebab mengapa kita harus menolong kaum Muslimin Palestina1. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk menolong saudaranya yang dizhalimiRasulullah ﷺ bersabda,عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَانْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا، فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا؟ قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِDari Anas radhiyallahu anhu, dia berkata Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim dan yang dizhalimi.” Maka para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami akan menolongnya ketika dia dizhalimi, tapi bagaimana kami harus menolongnya saat dia berbuat zhalim?”Rasulullah ﷺ bersabda, “Kalian tahan tangannya agar tidak bisa berbuat zhalim. [Hadits riwayat Al-Bukhari 2264]2. Perubahan Hukum JihadIbnu Abidin, seorang ulama madzhab Hanafi mengatakan bahwa bila ada sebagian saja dari wilayah perbatasan kaum Muslimin yang diduduki oleh orang kafir maka wajib ain atas penduduk terdekat di wilayah tersebut untuk berjihad dalam rangka mengembalikan wilayah tersebut ke pangkuan mereka yang jauh dari musuh tersebut maka menjadi fardhu kifayah atas mereka jika mereka tidak mereka dibutukan karena kaum muslimin yang di wilayah konflik tidak mampu melakukan perlawanan kepada musuh atau mampu melawan namun mereka malas dan tidak berjihad, maka diwajibkan atas kaum muslimin di daerah yang berada di dekat wilayah konflik tersebut sebagaimana wajibnya shalat dan tidak boleh meninggalkannya dan begitu seterusnya hingga bisa menjadi fardhu atas seluruh kaum Muslimin di timur dan barat secara bertahap.” [Raddul Mukhtar ala Durril Mukhtar Al Musamma bi Hasyiyah Ibni Abidin 6/201, kitab al-Jihad]3. Wajib membebaskan orang muslim yang ditawanPara ulama telah sepakat atas wajibnya kaum Muslimin untuk membebaskan orang muslim yang ditawan oleh Musuh kaum أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُكُّوا الْعَانِيَ يَعْنِي الْأَسِيرَ وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَDalam sebuah hadits dari Abu Musa radhiallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda “Bebaskanlah orang yang tertahan, maksudnya tawanan, beri makanlah orang yang kelaparan dan jenguklah orang yang sakit”. [Hadits riwayat Al-Bukhari 2819]Lantas bagaimana cara memabntu pembebasannya? Bagi yang punya kekuatan militer dengan kekuatan militer. Mestinya ini dilakukan oleh para penguasa negara Arab Muslim di sekeliling yang memiliki kekuatan pengaruh karena posisinya bisa dengan menggunakan posisinya tersebut. Bagi yang punya harta dan bisa dibebaskan dengan harta maka dengan yang tidak punya apa pun kecuali doa maka dengan senantiasa memanjatkan doa kepada Allah agar Allah membebaskan kaum muslimin yang ditawan musuh. Hari ini entah sudah berapa ratus kaum muslimin tua, muda, laki-laki dan perempuan serta anak-anak yang ditawan oleh pemerintah Israel secara Muslimin rahimakumullah,Sebagai seorang Muslim di Indonesia, kita memiliki 2 hubungan dekat dengan Hubungan Palestina dan IndonesiaPerlu kita ketahui bahwa Bangsa Palestina dan Bangsa Indonesia telah memiliki hubungan yang akrab dan kuat sejak mencatat, di masa perjuangan pesiapan kemerdekaan Indonesia para tokoh nasional melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk mendapatkan dukungan atas kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah Belanda dan menjadi sebuah negara yang menemui salah seorang Mufti Besar Palestina yang sedang mengamankan diri di Berlin, Syaikh Muhammad Amin memberikan dukungan penuh dengan menyatakan dukungannya atas kemerdekaan Bangsa Indonesia dan mengumumkannya di Radio Berlin berbahasa Arab. Dukungan itu disiarkan pada tanggal 6 September 1944 ke Dunia Islam selama dua hari itu ada seorang saudagar Kaya Palestina bernama Muhammad Ali Thahir telah terlebih dahulu memberikan dukungan finansial kepada bangsa Indonesia dengan menyerahkan harta dalam jumlah yang cukup besar saat itu saat bekunjung ke itu hingga hari ini, hubungan baik itu terus terjaga dan terjalin dengan baik. Bahkan Bangsa Muslim yang besar ini telah berhasil memberikan sumbangan yang sangat fenomenal kepada Bangsa Palestina dengan mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza pada tahun 2011 yang level pemerintahan, bangsa Indonesia senantiasa berdiri di samping Bangsa Palestina dalam forum-forum internasional dengan memberikan dukungan penuh kepada Palestina untuk medapatkan hak-haknya sebagai bangsa yang merdeka dan sejumlah negara muslim telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, Indonesia tetap bersikukuh dengan pendiriannya dengan tidak mendukung langkah Israel tersebut dan tetap membela Hubungan Agama Mereka dan Kaum MusliminMa’asyirol Muslimin rahimakumullah,Palestina sebagai satu Bangsa Muslim yang tertindas memiliki hubungan yang kuat dengan seluruh kaum Muslimin di muka bumi ini, karena bagi kaum Muslimin problem Palestina bukan sekedar pesoalan antara Palestina sebagai sebuah Bangsa dengan Israel sebagai Bangsa yang Palestina menyangkut urusan agama karena Islam memerintahkan kepada seluruh pemeluknya untuk saling menolong satu sama lain dalam kebaikan dan memberikan pembelaan kepada mereka saat ditindas oleh kaum Muslimin di seluruh dunia akan tertuntut secara syar’i untuk memberikan pembelaan dan dukungan kepada Muslimin yang tertindas di berbagai belahan bumi negeri Palestina yang di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha yang merupakan salah satu dari tiga masjid yang sangat dihormati oleh seluruh umat Islam di dunia karenanya, tidak mengherankan, setiap ada agresi militer Isarel terhadap Palestina, itu akan memicu ledakan dukungan dari kaum Muslimin di seluruh penjuru pada agresi pada bulan Ramadhan 2021 ini, dukungan bahkan datang dari sebagian komunitas non muslim baik yahudi sendiri maupun kristen. Ini menunjukkan bahwa kezhaliman itu merupakan kejahatan yang tidak bisa diterima oleh siapapun Palestina akhirnya tidak sekedar menjadi isu keagamaan namun sudah menjadi isu kemanusiaan. Setiap manusia yang berakal sehat dan memiliki nurani yang bersih pasti tidak akan bisa menerima kezhaliman yang dilakukan Israel atas bangsa Terkait PalestinaMa’asyirol Muslimin rahimakumullahSetiap kebaikan, selalu ada penghalangnya. Tak terkecuali hal ini. Ada upaya musuh orang beriman untuk memadamkan semangat kaum muslimin untuk menolong saudaranya di Palestina Bukan Urusan KitaDi tengah tekanan yang begitu dahsyat yang menimpa Bangsa Palestina yang miskin dan lemah oleh Militer Israel yang semena-mena dan tidak mengenal belas kasih kepada siapa pun, masih saja ada orang-orang yang telah hilang rasa kemanusiaannya, bukan sekedar telah pupus rasa persaudaraannya tidak mau ambil pusing dengan urusan Palestina yang tertindas. Mereka tidak peduli apa pun penderitaan yang dialami oleh warga Palestina dan menutup mata terhadap berbagai kekejaman militer Israel terhadap bangsa Muslim yang mengambil sikap dan pendirian semacam itu menjustifikasinya dengan rasa nasionalisme, tapi nasionalisme yang bisa dikatakan buta. Perang Palestina – Israel bukan urusan kita. Itu urusan bangsa Arab dengan Israel. Kita punya problem sendiri yang perlu diatasi. Demikian menurut sikap ini menunjukkan jiwa patriotisme yang tinggi terhadap bangsa dan sikap itu hanyalah menyingkap kebenaran kesimpulan dari seorang pemikir besar Islam dari Pakistan, Abul A’la Al Maududi bahwa nasionalisme dalam kehidupan bernegara merupakan egoisme dalam kehidupan bermasyarakat. Secara syar’i sikap semacam itu jelas tidak bisa ﷺ bersabdaالمُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَايَحْقِرُهُ.“Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lainnya. maka Dia tidak akan menzhalimi saudaranya, tidak pula mentelantarkannya, tidak mendustakannya dan tidak pula menghinakannya.” [Hadits riwayat Muslim no. 2564]2. Rakyat Indonesia masih banyak yang membutuhkan saja ada yang mengatakan bahwa Rakyat Indonesia masih banyak yang membutuhkan pertolongan sehingga tidak perlu memberikan bantuan kepada benar, terdapat banyak orang Miskin di Indonesia saat ini. Hanya saja tingkat penderitaan yang dialami tidak sedahsyat yang diderita oleh saudaranya Muslim di Palestina yang tengah dilanda perang yang tidak Palestina tanpa perang pun sudah kepayahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri karena blokade ketat oleh penjajah Israel, apalagi ditambah dengan perang yang tidak seimbang itu, sebagai bangsa yang mulia dan dermawan, sudah selayaknya negeri yang lebih aman dan sejahtera penduduknya ini memberikan kontribusinya kepada yang sangat butuh namun masih bersedia memberikan bantuan kepada saudaranya dengan mengalahkan dirinya sendiri adalah orang yang sangat mulia. Allah Ta’ala berfirman,وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ -٩-Dan orang-orang Anshar yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum kedatangan mereka Muhajirin, mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka Muhajirin; dan mereka mengutamakan Muhajirin, atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Al-Hasyr 9]بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُKhutbah Keduaالحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَ اْلشُكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَ امْتِنَانِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِاللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُApa Yang Bisa Dilakukan Untuk Palestina?Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,Kita mungkin bertanya kepada diri kita masing-masing, kira-kira apa yang bisa kita lakukan untuk Palestina? Meskipun negeri kita jauh sekali dari Palestina, sebenarnya banyak hal yang bisa Memberikan Sedekah TerbaikBagi mereka yang punya kemampuan harta, dia bisa melakukan jihad harta dengan memberikan sedekah terbaik yang mampu diberikan melalui lembaga kemanusiaan yang banyak Lembaga kemanusiaan yang turut membantu menyalurkan dana ke rakyat palestina. Kita bisa memilih salah Memboikot Produk IsraelAtau bisa pula dengan melakukan boikot produk – produk Israel di negeri ini bila memang ada dan memungkinkan untuk Jihad MediaBisa juga dengan jihad media dengan beberapa tujuanMemberitakan informasi yang benar tentang kondisi di PalestinaMenggalang dukungan masyarakat Muslim di Indonesia melalui agar memberikan bantuan kepada merekaMengecam tindakan Isarel atas Palestina melalui media informasi4. Demonstrasi DamaiBisa pula dengan melakukan demonstrasi damai sebagai bentuk dukungan kepada perjuangan selama hal itu tidak menimbulkan madharat yang lebih besar dalam Membantu menjelaskan duduk permasalah PalestinaBagi para juru dakwah bisa dengan memberikan penjelasan yang benar dan lengkap tentang bagaimana seorang Muslim memandang persoalan Palestina. Uraikan masalah palestina dari akar ini untuk mengungkap masalah yang sebenarnya terjadi. Sebab, tidak sedikit syubhat yang beredar yang mengaburkan masalah palestina. Sehingga, ada kaum muslimin yang abai terhadap masalah tersebut dan menjadi Mendoakan Saudara Muslim di PalestinaDan yang tak kalah pentingnya adalah senantiasa mendoakan bangsa Muslim Palestina agar mendapatkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menghadapi keganasan penjajah Israel dan memohon agar bangsa yang tertindas tersebut bisa meraih muslim bisa berdoa karena tanpa biaya dan bisa dilakukan kapan saja terutama saat-saat mustajab. Doa ini perlu dilakukan secara terus menerus dengan penuh kesungguhan bukan sekedar musiman saat terjadi agresi saja namun hingga Palestina mendapatkan Allah Ta’ala akan mencatat doa semacam ini sebagai kontribusi dalam jihad untuk kebebasan Palestina, meskipun paling lemah, yang bisa kita lakukan saat jihad dengan jiwa dan harta tidak bisa kita lakukan. Wallahu A’ PenutupDemikian khutbah Jumat tentang muslim Palestina yang bisa kami sampaikan. Marilah kita akhiri dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’alaإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًافَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلَى سَيِّدِ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخَرِيْنَ وَإِمَامِ اْلمُرْسَلِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَبِيْرًااللَّهُمَّ أَنْجِ اْلمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ فِيْ بِلَادِ الشَّامِ، وَفِيْ مَشَارِقِ اْلأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَاجْعَلْ لَهُمْ فَرْجًا وَمَخْرَجًااللَّهُمَّ انْصُرْ اْلمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَوَفِّقْهُمْ لِاتِّبَاعِ كِتَابِكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ، وَيَسِّرْ لَهُمْ أَسْبَابَ النَّصْرِ وَفَتْحِ بَيْتِ اْلمَقْدِسِ وَإِقَامَةِ شَرِيْعَتِكَاللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِاللَّهُمَّ اجْعَل هَذَا اْلبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئنًّا رَخَاءً وَسَائِرَ بِلاَدِ اْلمُسْلِمِيْنَاللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ، اللَّهُمَّ انْصُرِ اْلمُجَاهِدِيْنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلِيًّا وَنَصِيْرًا، وَمُعِيْنًا وَظَهِيْرًارَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِعباد الله ﴿ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴾ [النحل 90].فَاذْكُرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ اْلجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى آلاَئِهِ وَنِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَBaca Juga Tentang Khutbah Jum’at– Kumpulan Khutbah Jum’at 2023– Khutbah Jumat Menolong Sesama Muslim– Khutbah Jumat Tentang Muslim Suriah– Khutbah Jumat Muflis Orang Yang Bangkrut. Keutamaan Baitul MaqdisPertama Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka Baitul Maqdis adalah wilayah yang tidak akan bisa dimasuki oleh Safar ke Masjidil Aqsha dengan tujuan shalat dapat menghapus dosa-dosa dan meninggikan Kemenangan kaum muslimin di akhir zaman ditandai dengan penaklukan Baitul Muslim Palestina Adalah Urusan Umat Islam Materi Khutbah Jumat Muslim Palestina Dizalimi Lagi, Saatnya Berbagi Oleh Abdul Halim Tri Hantoro, * Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ اْلاَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فَإنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد Segala puji hanya milik Allah Ta’ala semata. Dialah yang telah memperjalankan hamba-Nya yang mulia, yaitu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada malam Isra Mi’raj dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang diberkahi sekelilingnya, agar Allah perlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, dan bahwasanya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Shalawat dan salam semoga tercurah untuk baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam imam para Nabi dan Rasul pada peristiwa Isra’ sebelum mi’rajnya. Semoga keselamatan juga Allah curahkan untuk keluarga, sahabat dan umatnya yang selalu berpegang teguh kepada ajarannya. Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas takwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benar ketakwaan, dalam arti selalu tunduk dan patuh terhadap segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Allah azza wajalla berfirman, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” QS. Ali Imran 102 Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa bersejarah yang sangat menakjubkan. Pada peristiwa tersebut, dengan segala kuasa-Nya, Allah subhanahu wata’ala memperjalankan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari masjidil Haram menuju masjidil Aqsha. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Jarak antara Mekkah tempat masjidil Haram berada dengan Yerussalem tempat masjidil Aqsha berada jauhnya sekitar kilo meter. Ditambah lagi jarak antara masjidil Aqsha dengan Sidratul Muntaha kita tidak ketahui seberapa jaraknya. Jarak yang sedemikian jauh tersebut hanya ditempuh dalam 1 malam saja. Artikel Tsaqafah Masjidil Aqsha, Inikah Keutamaanmu yang Sangat Luar Biasa Itu? Oleh karena itulah, masjidil Haram yang berada di Mekkah dan masjidil Aqsha yang berada dalam satu kompleks Baitul Maqdis tersebut Allah subhanahu wata’ala takdirkan sebagai tempat yang sangat mulia. Allah berfirman, سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya Muhammad pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” QS. Al-Isra’ 1 Allah berfirman, وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْناَ فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ “Dan Kami selamatkan dia Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.” QS. Al-Anbiya’ 71 Inilah hikayat Nabi Ibrahim alaihissalam dalam perjalanannya melakukan hijrah pertama kali menuju Baitul Maqdis dan negeri Syam. Allah berfirman, وَاَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ … “Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi…” QS. Al-A’raf 137 Di dalam kisah Nabi Sulaiman alaihissalam, Allah berfirman, وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ “Dan Kami tundukkan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. Al-Anbiya’ 81 Ketika al-Quran membicarakan tentang kenyamanan hidup para penduduk negeri Saba’ di Yaman, maka kemudian Allah berfirman, وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَّقَدَّرْنَا فِيْهَا السَّيْرَۗ سِيْرُوْا فِيْهَا لَيَالِيَ وَاَيَّامًا اٰمِنِيْنَ “Dan Kami jadikan antara mereka penduduk Saba’ dan negeri-negeri yang Kami berkahi Syam, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.” QS. Saba’ 18 Negeri yang diberkahi dalam ayat di atas, yang tidak kalah nyamannya dengan negeri kaum Saba’ sebagaimana di jelaskan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma adalah negeri Baitul Maqdis. Materi Khutbah Jumat Waspadalah Terhadap Kaum Perusak Agama Islam! Al-Quran juga menyifati tanah Baitul Maqdis adalah tanah yang subur bagi tumbuhnya berbagai macam tanaman. Airnya juga mengalir dari mata air-mata air yang deras. Allah berfirman, وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗٓ اٰيَةً وَّاٰوَيْنٰهُمَآ اِلٰى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَّمَعِيْنٍ “Dan telah Kami jadikan Isa putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi kebesaran Kami, dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan dengan mata air yang mengalir.” QS. Al-Mu’minun 50 Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Keutamaan Baitul Maqdis Negeri Palestina memiliki keutamaan tersendiri di lubuk hati pribadi kaum muslimin yang lurus dan benar keimanannya. Di dalamnya ada masjid yang sangat dimuliakan Allah sehingga orang beriman didorong untuk mendatangi dan memuliakannya. Di antara keutamaannya adalah sebagaimana yang diterangkan dalam berbagai riwayat yang shahih berikut Pertama Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Masjidil Aqsha yang ada di dalam kompleks Baitul Maqdis adalah Masjid Kedua yang ada di bumi setelah Masjidil Haram. Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu beliau berkata, قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ “Aku bertanya, Wahai, Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun?’ Beliau menjawab, Masjidil Haram’. Aku bertanya lagi, Kemudian masjid mana?’ Beliau menjawab, Kemudian Masjidil Aqsha’. Aku bertanya lagi, Berapa jarak antara keduanya?’ Beliau menjawab, Empat puluh tahun. Kemudian di mana pun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah di sana, karena keutamaan ada padanya’. Dan dalam riwayat lainnya, Di mana pun waktu shalat mendatangimu, maka shalatlah di sana, karena ia adalah masjid.’ HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar Kedua Baitul Maqdis adalah wilayah yang tidak akan bisa dimasuki oleh Dajjal. Sebagaimana diriwayatkan oleh Junadah bin Abi Umayyah, dia berkata Kami mendatangi seorang Anshar sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kami menemuinya dan bertanya, “Ceritakanlah kepada kami apa yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” Kemudian dia menyebutkan hadits tersebut. Di dalamnya ada kalimat, ‌عَلَامَتُهُ ‌يَمْكُثُ ‌فِي ‌الْأَرْضِ ‌أَرْبَعِينَ ‌صَبَاحًا، يَبْلُغُ سُلْطَانُهُ كُلَّ مَنْهَلٍ، لَا يَأْتِي أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ، وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ، وَالْمَسْجِدَ الْأَقْصَى، وَالطُّورَ “Tandanya dia akan tinggal di bumi selama 40 hari. Ia akan menguasai segala penjuru namun ia tidak akan mampu mendatangi empat masjid, Ka’bah, Masjid Nabi, Masjidil Aqsha dan at-Thur.” HR. Ahmad dan para perawinya Tsiqah Ketiga Safar ke Masjidil Aqsha dengan tujuan shalat dapat menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat. Sebagaimana diterangkan oleh sahabat Abdullah bin Amru, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‌لَمَّا ‌فَرَغَ ‌سُلَيْمَانُ ‌بْنُ ‌دَاوُدَ ‌مِنْ ‌بِنَاءِ ‌بَيْتِ ‌الْمَقْدِسِ، ‌سَأَلَ ‌اللَّهَ ‌ثَلَاثًا حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ، وَمُلْكًا لَا يَنْبَغِي لَأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ، وَأَلَّا يَأْتِيَ هَذَا الْمَسْجِدَ أَحَدٌ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فِيهِ، إِلَّا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ ” فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا اثْنَتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا، وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ “Tatkala Sulaiman bin Dawud alaihissallam selesai membangun Baitul Maqdis, dia meminta kepada Allah azza wajalla tiga hal. Hukum yang sesuai dengan hukum Allah azza wajalla, kerajaan yang tidak pernah diberikan seorangpun setelahnya dan agar seseorang yang mendatangi masjid ini untuk mengerjakan shalat di dalamnya, dosa-dosanya keluar sebagaimana dia keluar dari rahim ibunya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda adapun yang kedua aku telah diberi dan aku berharap akan diberi yang ke tiga.” HR. Ahmad, Nasa’i, dan Ibnu Majah Keempat Kemenangan kaum muslimin di akhir zaman ditandai dengan penaklukan Baitul Maqdis. Dari hadits Auf bin Malik, bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‌اعْدُدْ ‌سِتًّا ‌بَيْنَ ‌يَدَيِ ‌السَّاعَةِ ‌مَوْتِي، ‌ثُمَّ ‌فَتْحُ ‌بَيْتِ ‌المَقْدِسِ “Hitunglah enam hal sebagai tanda kiamat; yaitu di antaranya kematianku dan kemenangan Baitul Maqdis.” HR. Al-Bukhari Urusan Muslim Palestina Adalah Urusan Umat Islam Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Sejak akhir Ramadhan lalu hingga detik ini, hati umat Islam sedunia tersayat-sayat melihat peristiwa yang menimpa kaum muslimin di sekeliling Baitul Maqdis. Bagaimana hati umat Islam tidak tersayat-sayat, saudara sesama muslim yang sedang khusyuk shalat Isya dan shalat Tarawih di Baitul Maqdis tiba-tiba saja diserang oleh tentara Yahudi. Sesungguhnya masalah al-Quds menjadi amanah semua kaum muslimin yang memiliki hak terhadap bumi berkah tersebut. Mereka wajib menolong secara langsung atau tidak langsung dengan berbagai macam bentuk pertolongan. Karena hal itu merupakan perintah nash kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kita bisa bayangkan sendiri, bagaimana ketika kita sedang melaksanakan shalat Isya dan shalat Tarawih berjamaah di masjid dengan khidmat, lalu tiba-tiba dari arah belakang sepasukan tentara menembaki kita. Tentu situasi seperti itu sangat mencekam dan menakutkan. Bahkan mungkin kita aka sesgera membatalkan shalat dan langsung lari mencari perlindungan. Artikel Sejarah Maryam, Perempuan Suci Penjaga Baitul Maqdis Itulah yang sedang dirasakan saudara-saudara muslim kita di baitul Maqdis akhir Ramadhan lalu. Apakah aksi kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Yahudi itu sudah berakhir? Belum. Aksi kekerasan dan perampasan hak di sana masih berlangsung hingga detik ini. Pasukan Yahudi yang suka menentang perintah Allah subhanahu wata’ala tersebut bahkan saat ini lebih sadis lagi. Mereka juga melakukan pengeboman dengan pesawat tempur. Kantor berita mereka hancurkan. Bangunan-bangunan pemukiman warga mereka runtuhkan. Ratusan saudara kita meninggal akibat serangan brutal tak berperikemanusiaan ini. Di antara mereka, ada anak-anak yang masih balita dan masih bayi juga turut menjadi korban. Dan saudara-saudara kita di sana hanya mampu membalasnya dengan lemparan batu, sambil menangis mereka berteriak, apa salah kami.. apakah karena kami muslim?! Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Apakah penderitaan saudara-saudara kita di Baitul Maqdis ini adalah pertama kali terjadi? Tidak. Ini adalah aksi kekerasan yang terjadi sekian kalinya sejak bangsa Yahudi pendatang dari Jerman setelah diusir Hitler ini mulai banyak merampas tanah Palestina. Hampir setiap tahun bangsa yang telah Allah laknat ini melakukan kekerasan terhadap saudara muslim Palestina. Banyak informasi palsu yang beredar, seperti warga muslim Palestina ingin merebut tanah milik Yahudi, warga muslim Palestina lah yang memulai penyerangan, ada teroris yang bersembunyi di dalam pemukiman warga Palestina, dan lain sebagainya. Ada pula yang menyebar opini bahwa peristiwa yang dialami oleh warga muslim Palestina saat ini adalah urusan mereka sendiri, kita yang di luar Palestina tak perlu ikut campur, tak perlu repot-repot kirim bantuan, bantuannya diberikan ke warga sekitar saja, dan lain sebagainya. Saudaraku, ketahuilah, bahwa itu semua adalah tipu daya yang dibuat oleh bangsa Yahudi yang telah nyata dilaknat oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Itu semua adalah informasi palsu yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang mendukung penjajahan Yahudi di tanah Baitul Maqdis berada. Melalui media massa offline dan online, masyarakat dunia sedang dikelabui oleh zionis Yahudi yang ingin merampas hak dan wilayah milik warga muslim Palestina. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Kaum muslimin adalah satu tubuh. Ini adalah prinsip persaudaraan dalam Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Orang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan.” HR. Al-Bukhari No. 2446 Orang-orang yang tidak suka dengan kejayaan Islam ingin melenyapkan prinsip persaudaraan dalam Islam yang sangat fundamental ini. Oleh sebab itu, hendaknya setiap muslim menyadari akan hal ini. Hendaknya setiap muslim memberitahukan kepada saudara muslim lainnya akan rencana jahat pihak-pihak yang memusuhi Islam ini. Maka, mari kita bangun rasa empati, rasa peduli, dan rasa persaudaraan dalam ikatan iman ini. Muslim Palestina adalah saudara kita. Ibarat kita adalah organ tangan bagian kanan, maka mereka adalah organ tangan bagian kiri. Jika mereka merasakan sakit, maka kita juga ikut sakit. Jika mereka bahagia, maka kita juga bahagia. Jika mereka menderita, maka kita juga akan merasakan penderitaan mereka. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas turut merasakan sakitnya.” HR. Al-Bukhari No. 6011; HR. Muslim No. 2586 Mari bantu saudara kita di Palestina dengan bantuan yang dapat kita lakukan. Jika tak mampu membantu dengan fisik, kita bantu dengan harta. Sisihkan harta kita untuk membantu meringankan mereka. Alhamdulillah, Allah subhanahu wata’ala memberi kemudahan kepada saudara-saudara kita yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk dapat menyalurkan bantuan secara langsung kepada saudara-saudara kita di Palestina. Artikel Fikih Doa Mustajab, Apa dan Bagaimana? Pilihlah lembaga kemanusiaan yang kita yakini amanah dalam menyalurkan bantuan, lalu donasikan harta ke lembaga tersebut. Jika kita tidak mampu membantu dengan harta, maka panjatkan doa untuk keselamatan, kesabaran, dan kemenangan bagi mereka. Dan inilah bentuk solidaritas kita yang paling lemah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ “Tidaklah seorang muslim mendoakan kebaikan bagi saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” HR. Muslim No. 2732 Jika bukan kita, siapa lagi yang akan membantu mengobati luka mereka? Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mengobati tangis mereka? Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mendukung mereka menuju kemerdekaan dari penjajahan Yahudi? Semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan kesabaran dan ketabahan kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang dizalimi dan dirampas haknya oleh kaum Yahudi di bumi Baitul Maqdis. Semoga Allah subhanahu wata’ala segera memberikan kemenangan kepada kaum muslimin, dan melenyapkan kezaliman kaum Yahudi. Semoga Allah subhanahu wata’ala beri kita kemampuan untuk membantu saudara kita muslim Palestina, hingga mereka menemukan kebahagiaan dan kemerdekaan yang selama ini mereka impikan. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اَللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ فلسطين، اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ. اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ وَفِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Download PDF Materi Khutbah Jumat Muslim Palestina Dizalimi Lagi, Saatnya Berbagi di sini DOWNLOAD PDF Semoga bermanfaat!

khutbah jumat tentang palestina